Kamis, 26 Desember 2019

kamu tidak cukup pantas

berhentilah berusaha memetik mawar berduri itu 
karena meski jemari berdarah-darah
ia sudah bilang sejak awal
"kau petik aku, rasakan akibatnya" 

bahkan memakai sarung tangan
memakai alat pemotong
atau keajaiban sekalipun
tetap saja ia menyurat 
"kau petik aku, rasakan akibatnya" 

bukan ia tak berani
meski nyawa sembilan pun
jika berjuang sendirian
bukankah lebih baik henti

mungkin cukup dinikmati
seperti anggrek, tulip, bugenvil
mungkin juga ia bunga matahari
bagi tangan lain
atau seperti kamboja
menawarkan kematian

atau mungkin ia tak punya nyali
atau mungkin ia cuma takut sendiri
atau mungkin ia suka bermain peran
atau mungkin ia kurang ajar

tak ada yang paham
termasuk lelaki yang mengaku sudah sering dicampakkan
tetapi tetap bodoh

sudah saatnya berhenti mencintai siapapun



Selasa, 29 Oktober 2019

tgj

aku pernah mengibaratkanmu sebagai kepanjangan tangan malaikat yang sebenarnya tak jelas ada ataupun tidak
melihatmu membuat hangat

aku sering menyamakanmu seperti udara yang berada di titik jenuh dan tak mampu menampung uap air sehingga sebagian menjadi titik basah
merasakanmu membuat sejuk

ungkapan kekagumanku seperti itu
benarbenar rumit
serumit diriku yang hanya sanggup berucap aku cinta padamu padahal sebenarnya sudah kusiapkan rangkaian sajak penuh harap

ungkapan kekagumanku seperti itu
benarbenar rumit
bak senja yang sudah kubungkus dan kusimpan rapi di saku kemejaku kemudian tak kugenggamkan padamu, aku tidak lupa

aku hanya terlalu menikmati dirimu
sehingga sosokmu tak henti kupuja

jangan suruh aku berhenti 





Senin, 28 Oktober 2019

rindu

aku ingin menitipkan rekah senyum kepada riangmu yang membuatku bersemangat
aku ingin meniupkan bekasbekas bahagia yang kamu hantarkan di tiap perjalanan kita
aku ingin memeluk segala gundah yang membuatmu terdiam sesaat

aku rindu
aku tak sanggup memikulnya seorang diri karena rindu padamu adalah kolaborasi antara perasaan sedih dan senang yang pantas dibagi
aku ingin menaruh sebagian di ujung jemari lentikmu agar kamu genggam
itu obatnya

bila kamu tak ingin, tak apa
bagiku, yang penting kamu tahu
meski rinduku yang kamu genggam tak terlihat mata 
ia adalah perwujudan sederhana antara hati dan logika yang melebur dengan indahnya
dan asal kamu tahu, aku tak bisa menghentikannya


Rabu, 23 Oktober 2019

selamat pagi dari delapan agustus dua ribu sembilan belas


8 agustus 2019

pagi tadi motor saya mogok setelah berjalan kira-kira 500 meter dari kos. kemudian saya dihampiri pak polisi. di tengah kepasrahan hati, saya sempat ngobrol ringan dengan pak polisi lalu lintas tersebut yang ternyata hari ini berjaga di jalan depan polrestabes, pas di tempat motor saya mogok. disela beliau membantu saya menyalahkan mesin, saya memberanikan diri mengajak beliau bercakap. basa-basi saya menanyakan tugas beliau apa saja. tugasnya sederhana yaitu membantu orang-orang untuk menyeberang jalan.

lelaki yang tidak kemana-kemana


ada yang mati-matian berjuang keras tinggal dalam hatimu
seseorang yang berasal dari kehidupan lain beribu kilometer tahun cahaya
ia sekarang berpikir bagaimana caranya bernafas disana
sebelum memutuskan pesawat luar angkasanya diterbangkan

Minggu, 20 Oktober 2019

rahmat, keanggunan, doa syukur

aku tak akan ada di garis terdepan
aku bukan prajurit yang berani mati
aku pemikir dan berpikir menggunakan hati
bahkan aku tak meminggul senapan

tapi aku akan selalu bersabar
sepanjang waktu yang menyiasati keraguan habis
sepanjang taufan di hati masih menguat
sepanjang medan masih dapat aku langkahi
aku akan bersabar

untukmu, doaku akan terus ada
layaknya darah dalam nadimu yang tak berhenti mengalir
sampai dihentikan takdir

jika kelak kita berucap selamat tinggal
tolong pastikan aku tak menoleh
kamu juga
aku tak mau mengingat beratnya kepala
saat suaramu mengiringi untaian nada

pada akhirnya, aku bukan pemenang
tapi aku cukup yakin bakal menyelesaikan
segala pertempuran dengan hati, otak, hingga lipatan kemeja kamisku
perihal seperti apa aku
tak perlu ada yang tahu
cukup aku

Sabtu, 19 Oktober 2019

untitled

kamu
antara sadar dan tidak
menyilakan jemarimu aku rekat

kamu harus tahu
di balik sentuhan
sesekali aku mengisyaratkan
apakah ada harapan
untukku mendiami hatimu

aku tebak di kalbu
sedang terjadi pergolakan hati
sama
aku berada di titik kulminasi
tenang dan gelisah
bersamaan
antara keinginan memiliki
atau harus segera pergi

- berilah aku harapan, aku akan berjuang

Minggu, 22 September 2019

kau sedang apa

kau sedang apa
apakah sama denganku disini
merayakan sepi
sementara rangkaian kata sudah binasa

kau sedang apa
jangan jangan sedang mengiba
saat adibangkit telah berbunyi
luka-lukamu meracun rasa

kau sedang apa
kutebak antara gelisah dan tawa
bak atap belarak
tertiup angin mendadak

kau sedang apa
isyaratmu kuburkan duka
kau kirim sebaris sajak
kepadaku yang terus mengelak

aku tak cinta padamu lagi

Selasa, 20 Agustus 2019

hari ke-32


pada perjalanan panjang aku menaruh harapan. aku berpapasan dengan pertukaran rasa yang tak seimbang. aku gamang padahal sebelumnya aku selalu bisa terbang. meneruskan bisa jadi hanya menambah luka tak nampak. sedang berhenti juga tak bisa menyejukkan hati.

Jumat, 16 Agustus 2019


selamat siang

salam dariku yang egois. sebagai pendosa aku sebenarnya tak pantas memintamu. sebagai manusia lemah sebenarnya aku tak pantas memikirkanmu. sebagai orang yang jauh dari kata baik sebenarnya aku tak pantas kamu hiraukan.
maaf maaf maaf
aku tak bisa mendefinisikan cinta. tapi aku paham betul apa itu benci. sedangkan kamu tahu ia berbatasan tipis dengan benci. kamu tahu? aku berusaha membencimu sama dengan aku berusaha tak henti mencintaimu. aku memutuskannya detik ini

Senin, 29 Juli 2019

Jumat, 26 Juli 2019

Tuhan, Isyarat, dan Autumn

Tulisan dari blog lama saya: ketikakuberkata.blogspot.com yang sudah saya hapus dan kemudian alamat blognya dipakai orang :(
08/19/14--23:21

Tuhan, Isyarat, dan Autumn


Ini bukan tentang betapa mudahnya melupakan seseorang dan kemudian menemukan penggantinya.

Ini bukan tentang seberapa kuat kamu memegang teguh prinsip.

Ini bukan tentang betapa berartinya seseorang itu bagimu.

Ini tentang masa depan.

Rabu, 03 Juli 2019

au revoir

jika ingin pergi
pergilah baik-baik
sebenci-bencinya dirimu
jangan pernah lupa
bahwa kita pernah saling cinta

Kamis, 10 Januari 2019

terima kasih

duduk sini
duduklah disampingku
ceritakan kisah-kisah manismu
jangan lupa
hirup dan teguk kopi terpahit ini
biar semuanya netral
biar kamu tidak merasa terlalu bahagia
biar kamu tidak terlalu terbahak
biar kamu melihatku
aku
karena aku
karena aku sedih
karena aku sedih hanya
karena aku sedih hanya bisa
karena aku sedih hanya bisa menemanimu
tidak lebih
meskipun sebenarnya sudah lebih dari cukup