Selasa, 29 Oktober 2019

tgj

aku pernah mengibaratkanmu sebagai kepanjangan tangan malaikat yang sebenarnya tak jelas ada ataupun tidak
melihatmu membuat hangat

aku sering menyamakanmu seperti udara yang berada di titik jenuh dan tak mampu menampung uap air sehingga sebagian menjadi titik basah
merasakanmu membuat sejuk

ungkapan kekagumanku seperti itu
benarbenar rumit
serumit diriku yang hanya sanggup berucap aku cinta padamu padahal sebenarnya sudah kusiapkan rangkaian sajak penuh harap

ungkapan kekagumanku seperti itu
benarbenar rumit
bak senja yang sudah kubungkus dan kusimpan rapi di saku kemejaku kemudian tak kugenggamkan padamu, aku tidak lupa

aku hanya terlalu menikmati dirimu
sehingga sosokmu tak henti kupuja

jangan suruh aku berhenti 





Tidak ada komentar:

Posting Komentar