Doa adalah puisi untuk Tuhan, hanya saja
untaiannya lebih indah, tak pernah gulana, dan penuh pengharapan. Bak cinta
kita yang selajur dengan doa. Sekali lagi aku berterima kasih kepadamu sudah
mencintaiku dan aku berterima kasih dua kali lipat kepada Tuhan atas rencanaNya
yang indah mempertemukanku denganmu. Siapa yang menduga?
Sedangkan kamu adalah kepanjangan tangan
Tuhan. Kamu boleh menyangkal dengan mengatakan kamu jauh dari itu. Tapi bagiku
kamu adalah perwujudan sempurna dari cinta kasih Tuhan, setidaknya untukku. Aku
menaruh rasa bukan sejak kita bertemu. Jauh dari itu, aku mendambamu. Padahal
aku tahu, hal itu selayaknya menjelajahi bulan memakai rompi anti peluru. Tidak
mungkin. Kamu tahu? Saat itu, aku berjanji akan mati-matian memendamnya sembari
merapal doa semoga kamu bersama ia yang bisa mencintamu melebihi aku.
Jika memakai rompi anti peluru untuk
menjelajahi bulan hanyalah mimpi maka kamu adalah kenyataan yang
kuidam-idamkan. Dalam doaku, aku tak pernah memintamu. Itu egois. Maka kukatakan
saja pada Tuhan agar menyiapkan jodohku dunia akhirat, wanita yang tak kunjung
lelah berada di tiap millimeter nadi, dan kelak mati bersama. Selain itu? aku
tak mau. Doaku muluk-muluk? Memang. Karena kamu harus tahu ketika Tuhan menciptakanmu
sebagai sosok yang istimewa, aku yakin sebagian besar umat manusia mengatakan
tidak mungkin. Tapi kamu ada. Doaku tak lebih muluk-muluk daripada
penciptaanmu.
Ini semua memang puji-pujian karena aku tak
dapat menemukan apa-apa lagi yang dapat menggambarkan rasa kagum, sayang, dan
cintaku kepadamu. Bahkan trilyunan bunga tulip di Turki dan Belanda jika
digabung jadi satu, tak dapat mengalahkannya. Terdengar gila tapi sungguh,
kamu dan cintamu abadi. Aamiin
Semoga kamu selalu berbahagia
Semoga kamu selalu mampu menaklukkan segala
halangan di depanmu
Semoga kamu terhindar dari lelah hati
Semoga kamu tidak kunjung menemukan
kepalsuan
Semoga kamu menjadi sesuatu yang mampu bersanding
dengan indahnya surga
Semoga kamu mampu mendaki tebing tinggi
yang mungkin tiba-tiba ada di hadapanmu
Semoga kamu selalu memiliki jiwa yang
bertenaga
Semoga kamu selalu berbahagia
"Yang fana adalah waktu. Kita abadi" - Sapardi Djoko Damono