Minggu, 09 Desember 2018

17.48

katamu wajahku muram
seperti diselimuti awan hitam
padahal aku mencoba bersikap tenang
berada di sebelahmu membuat gamang

kamu tak bisa melihat
hatiku yang sedang dipahat
menjadi lebih indah dari bentuk aslinya
entah karena kegirangan
atau gusar tak bisa mengungkapkan

cinta

17.42

senja, kopi, dan buku rain chudori
sangat sempurna untuk menemani sore ini
apalagi sinar senja begitu ramah
menuntun hiruk pikuk pengendara

setidaknya itu semua bisa menggantikan
ketiadaanmu disisi
kamu yang mati suri
sedangkan aku selalu menoleransi

Sabtu, 10 November 2018

perihal cinta

menemukanmu
bagaikan mencari kitab puisi di toko buku
tak sepopuler novel
makanya kadang diletakkan di situ

bukan karena kamu tak laku
hanya penikmatmu beberapa
orang-orang yang hobi menerka

dan
kamu istimewa
setidaknya bagiku
yang suka menebak-nebak

Sabtu, 27 Oktober 2018

gadis kecil bergincu merah jambu

gadis kecil bergincu merah jambu
sedari tadi menunggu
rintik hujan yang enggan datang
untuk menghapus bayang

gadis kecil bergincu merah jambu
mulai tak sabar
gamang antara pergi atau rindu
sedangkan rintik hujan tak kunjung menyebar

sebenarnya ia tahu
bahwa rintik hujan adalah angan kelabu
ia mengerti pasti
hujan tak datang di bulan juni

sebenarnya sedetik kemudian
apa yang diimpikannya hadir
meski bukan rintik hujan
tapi basah embun yang sebentar mampir

gadis kecil bergincu merah jambu
mengusap bibirnya yang memang sudah basah
bukan karena rintik hujan atau embun
tapi tetes demi tetes air mata
yang lamalama membanjiri sekujur tubuh

ia menciptakan rintik hujan sendiri
daripada terus berharap
hujan turun di bulan juni

kemudian ia terbahak sedih

Rabu, 24 Oktober 2018

opsi

seandainya sesuatu tak mungkin bisa kau gapai
engkau tak punya pilihan
selain merelakan

itu logika

namun aku
aku yakin pada saatnya
entah di kehidupan lain atau di dunia berbeda
hal itu dapat terwujud

aku bukan oportunis
tetapi lelaki adalah simbol dari pantang menyerah
lelaki adalah tempat berusaha ekstra
lelaki adalah sumber harapan

opsiku banyak namun tak memaksa
termasuk engkau yang sedari tadi
antara bingung atau mendadak kosong
saat jemari ini tak bisa menyentuhmu

Minggu, 21 Oktober 2018

Tentang Luka

tentang luka
yang masih menganga
yang masih terbungkus duka
yang masih di tempatnya

percayalah bahwa tiap sakit yang didera adalah hikmah
namun tergantung dirimu yang sedari tadi tak berhenti
meratapi bulirbulir beku air matamu sendiri
lukamu tak seberapa

aku tak membandingkan
aku hanya ingin dirimu kuasa
aku hanya mau keluhmu tiada
aku hanya coba meredakan

daripada harus tiap mendengar tentangnya
kemudian sedikit demi sedikit
dirimu abaikan mulutku yang sedari tadi
mencoba menghiburmu

Rabu, 17 Oktober 2018

selesai

jika memang sudah tak mampu menopang
aku bersedia pulang

mereka bilang:
sekuat apapun kamu menggenggam
jika bukan milikmu
pasti akan lepas

dan seperti itu

mungkin genggamanku terlalu kuat
atau malah menurutmu
aku tak menyentuhmu sama sekali?


Selasa, 08 Mei 2018

ranting

aku adalah ranting yang sengaja mematahkan diri
aku ingin berkembang dengan caraku yang alami
aku ingin melawan arus angin yang mungkin menghempaskan ke ruang batas yang asing 
aku bersenandung dengan lirih mengusir ketakutan yang kuciptakan sendiri

Senin, 29 Januari 2018

kata-kata sang pemuja dini hari

dahulu aku memuja dini hari: satu waktu penanda pergantian misi. aku selalu menunggunya sebelum melepaskan isi otak dan helai hati dengan satu alasan: karena dini hari adalah masa yang sepi, meski hitam.

sekarang. bertahun-tahun semenjak aku memujanya, aku meninggalkannya. dini hari tak lagi sepi. sayup-sayup masih terdengar suara gelak tawa, isak tangis, bahkan hingar bingar sekumpulan manusia dari ranjangku. iya, mereka mengalahkan lolongan serigala hutan. urakan.