Kamis, 09 April 2026
random
Minggu, 05 April 2026
Lift Love
Jumat, 03 April 2026
menye menye
kamu jatuh cinta karena apa?
paras rupawan?
isi pikiran?
atau karena kasihan?
aku jatuh cinta dengan senyuman
bahwa mengawali hari dengan berkaca di cermin besar melihat diri sendiri bisa bertahan
bahwa mengawali hari dengan menikmati udara segar menenangkan
bahwa mengawali hari dengan mensugesti diri agar lebih berperan
ia bilang aku harus cinta diri sendiri dulu
sebelum cinta kepada isi pikiran
ia bilang jangan terburu jatuh
sebelum sempat memberi kesan
tapi aku jatuh cinta dengan segala tentangnya
masa lalunya?
mungkin iya. tapi itu bukan urusanku
urusanku adalah bagaimana agar tuhan melihat perjuangan tak sia dan penuh restu
kamu jatuh cinta karena apa?
Senin, 09 Februari 2026
satu lagi untuk bapak
sesaat setelah bapak meninggal pada tahun 2020, saya menulis tentang bapak. tulisan yang mewujudkan sedikit saja tentang bapak. selain dada sesak, bapak tak lama bersamaku. jadi ya tak banyak yang bisa saya sampaikan. bapak lebih memilih hidup damai sendirian tanpaku dan mbak.
saya sama sekali tak menyalahkannya. karena saya tahu di dadanya sudah tersimpan belati, parang, tombak, dan berbagai benda tajam lainnya yang sudah menusuk, menebas, dan melukainya sejak bertahun-tahun lamanya. beliau melepaskannya satu persatu, perlahan, gamang, berurai. tak sebentar, menyakitkan, penuh nanah, tetap sabar.
Senin, 26 Januari 2026
let's di(v)e together
"maaf, aku tidak dapat menyelamatkanmu. di universeku, aku sedang tenggelam lebih dalam daripada kamu."
hanya kalimat panjang itu yang mampu aku katakan padamu. tidak sekali, tidak dua kali, tidak tiga kali. tapi tiap kamu meminta pertolongan.
bukannya apa. aku takut ketika berusaha menyelamatkanmu, aku makin tenggelam. aku juga sangat tidak yakin bahwa kamu bisa selamat saat melihat goresan-goresan di balik kemejamu, lebih tepatnya di hati, yang merah membara.
ketika aku sarankan orang pintar, kamu bilang aku yang paling pintar. dari situ saja aku sudah yakin kamu tak terselamatkan. sejak lima belas tahun yang lalu kamu tahu aku tidak bisa berenang, apalagi menyelam. kamu yang tiap tahun pergi ke bermacam laut saja minta diselamatkan. aku?
aku cerita sedikit disini.
di universeku, aku tenggelam di lautan yang dalamnya sedalam palung mariana. iya aku membawa oksigen tapi tak seberapa. oksigen yang harus aku tebus sebulan sekali. kalau aku tidak punya uang, ya aku terpaksa menahan nafas sambil komat-kamit agar tidak melepaskan tanganku dari karang yang menahan.
dan kamu bilang, aku yang lebih dulu tenggelam, dalam, adalah spesies sempurna yang bisa mengajarimu ilmu bertahan di dasar laut. tidak. aku katakan lagi. tidak. laut kita berbeda kawan. mungkin lautmu adalah laut mati, laut merah, laut jawa. entah. yang jelas, laut kita beda. jadi aku tidak tahu karakter laut yang memenjarakanmu seperti apa.
kamu juga bilang bagaimana caranya aku bisa bertahan tenggelam sejauh ini. sayangnya ketika aku membuka mulut untuk berucap, kamu sudah menghabiskan oksigenmu sendiri. kemudian kita masing-masing tenggelam dengan tragisnya. sendiri-sendiri. sendiri-sendiri. sendiri-sendiri.
untung saja, aku masih punya rasa sedikit peduli. kadang aku seka tubuhmu dengan handuk yang selalu aku siapkan di samping perahumu. kamu tahu kan, itu berarti aku berenang ke atas, menghindari terumbu karang hingga ikan-ikan ganas yang siap menerkam. semoga kamu paham.
tenang, satu jam yang lalu aku tuliskan surat khusus buatmu. masih aku selipkan di balik kemeja hari sabtuku. isinya begini:
hai,
mungkin ini kata-kata terakhirku
masing-masing dari kita harus bisa bertahan sendiri. masing-masing dari kita berpegangan tangan dan kaki sambil menunggu mati. aku tidak bohong, aku hanya tinggal menunggu mati.
kecuali bila sebentar lagi ada keajaiban datang yang membuat aku bisa berdiri. keajaiban yang bisa menyelamatkanku dan pergi dari dasar laut ini.
aku sudah berdoa, aku juga sudah pasrah. tapi yang aku yakini adalah akan tiba waktunya laut ini akan bertukar tempat dengan daratan di sana. semoga. aamiin.
semoga kamu tidak menyobek suratku. eh, tidak apa kalau cuma robekan besar. sekian.