Kamis, 09 April 2026

random

pikiran random

apakah kamu bahagia?
itu bukan pertanyaan yang butuh penjelasan
bahagia tidak perlu dijelaskan. bahagia adalah kamu yang merasakan.
tapi saya pernah bertemu dengan seseorang yang ngalor ngidul menjelaskan bahwa ia bahagia, iya, tidak apa.
tapi menurut saya, semakin ia menjelaskan bahwa ia bahagia dengan detail maka semakin ia menutupi kekecewaan dan kesedihan yang ia rasakan sebenarnya.

kalimat pertamanya adalah: saya sulit untuk pura-pura bahagia.
dari kalimatnya saja saya sudah yakin ada yang ia tutupi. kecewa, amarah, kekesalan. apakagi ketika sejurus kemudian ia menjabarkan kenapa ia tidak perlu berkecil hati. hati saya semakin tersenyum miris. orang ini benar-benar tidak bahagia. saat itu.

saya merasakan penolakan dari dalam dirinya yang ia bungkus dengan toxic positivity. pertama ia menanamkan di otaknya, bagaimanapun ia harus menerima dengan senang hati. kedua oraknya melawan dan berkata aku tidak suka. ketiga ia membungkam isi otaknya dengan sugesti yang ia harap berhasil.

tapi bagaimanapun ini hanyalah opini saya. tapi seandainya ia mau bercerita, saya pastikan akan mendengar dengan seksama. bukan sok apa. semata karena saya pernah berada di posisinya.

au revoir, ketua!

Minggu, 05 April 2026

Lift Love

tring.
pintu lift terbuka.

seorang wanita bergegas masuk dengan kemeja crop warna merah jambu yang basah.
bawahannya sederhana, celana jeans model lebar warna abu. basah juga tapi tidak kentara. lesung pipinya bolak-balik terganggu kibasan rambut sebahu warna coklat tua.

penampilannya sekilas biasa saja tapi menarik. di jari telunjuk sebelah kanannya terukir tato yang aku ketahui saat ia memencet tombol lantai 19. samar, tak jelas apa tatonya. inisial nama? simbol? gambar? yang jelas pasti bermakna.

aku mengira ia kehujanan tapi setahuku hari ini sedang cerah. berbanding terbalik dengan suasana hati wanita tiga puluh tahunan yang sekarang berada di sampingku. tebakanku ia sedang sedih. iya, aku sok tahu.

hening.
aku tak berani menilainya lagi. ia memandangi iPhone 15-nya yang tanpa sinyal. sepertinya ia menunggu kabar dari seseorang. aku yang sedari tadi menatap sembunyi-sembunyi seketika tersentak ketika kemudian ia menoleh tiba-tiba ke arahku.

ia kemudian bertanya apakah memang selalu seperti ini di dalam lift: tidak ada sinyal. aku mengiyakan dengan mengangguk perlahan. tampaknya ia baru pertama kali ke sini. tempat yang seharusnya tidak didatangi wanita sepertinya.

ia berkomat-kamit berharap sinyal turun dari langit. aku sedikit tesenyum. lucu, wanita ini ternyata lucu. logat dan bahasa jawa kasar yang ia lantunkan terdengar familiar. sejenak otakku menoleh ke belakang. rasanya aku pernah bertemu wanita sepertinya. entah dimana. aku lupa.

ternyata ia menangkap senyuman kecilku. ia minta maaf sudah tidak sopan. komat-kamit dengan bahasa binatang, meski pelan. aku jawab bahwa aku senang mendengar komat-kamitnya. ia tertawa balik sambil bertanya apakah aku dari jawa timur. aku anggukkan kepalaku dengan penuh mantap dan menegaskan bahwa aku asli surabaya. kemudian mata wanita itu berbinar seperti anak kecil yang bertemu ayahnya pulang kerja. ia bilang bahwa ia juga asli surabaya. hatiku mengembang.

mendadak kami seperti sangat akrab. sudah lima hari aku tak bertemu orang jadi senang sekali rasanya akhirnya bisa bercakap, apalagi dengan wanita selucu ini. kami mulai mengobrol singkat tentang makanan khas surabaya seperti tahu tek, semanggi, rawon, dan streetfood kodam. astaga, ia suka kulineran! kebetulan yang sangat apa ini Tuhan? otakku sudah menyiapkan pertanyaan lanjutan. semoga lift ini mengalami masalah.

tring.
lantai 19.
pintu lift terbuka.
wanita itu berpamitan dengan sopan. mengangguk, tersenyum, dan melambaikan tangan. tak ada yang menyangka bahwa kemudian aku tiba-tiba bertanya dengan lantang. bahkan aku sendiri. pertanyaan yang mungkin aneh bagi sebagian orang tapi penting bagiku.

"kamu basah kenapa?"
iya, aku memang aneh. baru bertemu beberapa menit saja sudah menganggap kami akrab. lancang memang.

tentu saja ia tidak menjawab karena pintu lift buru-buru tertutup meninggalkan aku yang seketika meluncur ke lantai paling atas gedung untuk memulai misiku.

bunuh diri.

seandainya saja ia menjawab pertanyaanku tadi~
kalau begini, ia akan kuhantui~




Jumat, 03 April 2026

menye menye

kamu jatuh cinta karena apa?

paras rupawan?

isi pikiran?

atau karena kasihan?


aku jatuh cinta dengan senyuman

bahwa mengawali hari dengan berkaca di cermin besar melihat diri sendiri bisa bertahan

bahwa mengawali hari dengan menikmati udara segar menenangkan

bahwa mengawali hari dengan mensugesti diri agar lebih berperan


ia bilang aku harus cinta diri sendiri dulu

sebelum cinta kepada isi pikiran

ia bilang jangan terburu jatuh 

sebelum sempat memberi kesan


tapi aku jatuh cinta dengan segala tentangnya

masa lalunya?

mungkin iya. tapi itu bukan urusanku

urusanku adalah bagaimana agar tuhan melihat perjuangan tak sia dan penuh restu


kamu jatuh cinta karena apa?

Senin, 09 Februari 2026

satu lagi untuk bapak

sesaat setelah bapak meninggal pada tahun 2020, saya menulis tentang bapak. tulisan yang mewujudkan sedikit saja tentang bapak. selain dada sesak, bapak tak lama bersamaku. jadi ya tak banyak yang bisa saya sampaikan. bapak lebih memilih hidup damai sendirian tanpaku dan mbak.

saya sama sekali tak menyalahkannya. karena saya tahu di dadanya sudah tersimpan belati, parang, tombak, dan berbagai benda tajam lainnya yang sudah menusuk, menebas, dan melukainya sejak bertahun-tahun lamanya. beliau melepaskannya satu persatu, perlahan, gamang, berurai. tak sebentar, menyakitkan, penuh nanah, tetap sabar. 

Senin, 26 Januari 2026

let's di(v)e together

"maaf, aku tidak dapat menyelamatkanmu. di universeku, aku sedang tenggelam lebih dalam daripada kamu."

hanya kalimat panjang itu yang mampu aku katakan padamu. tidak sekali, tidak dua kali, tidak tiga kali. tapi tiap kamu meminta pertolongan.

bukannya apa. aku takut ketika berusaha menyelamatkanmu, aku makin tenggelam. aku juga sangat tidak yakin bahwa kamu bisa selamat saat melihat goresan-goresan di balik kemejamu, lebih tepatnya di hati, yang merah membara.

ketika aku sarankan orang pintar, kamu bilang aku yang paling pintar. dari situ saja aku sudah yakin kamu tak terselamatkan. sejak lima belas tahun yang lalu kamu tahu aku tidak bisa berenang, apalagi menyelam. kamu yang tiap tahun pergi ke bermacam laut saja minta diselamatkan. aku? 

aku cerita sedikit disini.

di universeku, aku tenggelam di lautan yang dalamnya sedalam palung mariana. iya aku membawa oksigen tapi tak seberapa. oksigen yang harus aku tebus sebulan sekali. kalau aku tidak punya uang, ya aku terpaksa menahan nafas sambil komat-kamit agar tidak melepaskan tanganku dari karang yang menahan.

dan kamu bilang, aku yang lebih dulu tenggelam, dalam, adalah spesies sempurna yang bisa mengajarimu ilmu bertahan di dasar laut. tidak. aku katakan lagi. tidak. laut kita berbeda kawan. mungkin lautmu adalah laut mati, laut merah, laut jawa. entah. yang jelas, laut kita beda. jadi aku tidak tahu karakter laut yang memenjarakanmu seperti apa.

kamu juga bilang bagaimana caranya aku bisa bertahan tenggelam sejauh ini. sayangnya ketika aku membuka mulut untuk berucap, kamu sudah menghabiskan oksigenmu sendiri. kemudian kita masing-masing tenggelam dengan tragisnya. sendiri-sendiri. sendiri-sendiri. sendiri-sendiri.

untung saja, aku masih punya rasa sedikit peduli. kadang aku seka tubuhmu dengan handuk yang selalu aku siapkan di samping perahumu. kamu tahu kan, itu berarti aku berenang ke atas, menghindari terumbu karang hingga ikan-ikan ganas yang siap menerkam. semoga kamu paham.

tenang, satu jam yang lalu aku tuliskan surat khusus buatmu. masih aku selipkan di balik kemeja hari sabtuku. isinya begini:

hai,

mungkin ini kata-kata terakhirku

masing-masing dari kita harus bisa bertahan sendiri. masing-masing dari kita berpegangan tangan dan kaki sambil menunggu mati. aku tidak bohong, aku hanya tinggal menunggu mati. 

kecuali bila sebentar lagi ada keajaiban datang yang membuat aku bisa berdiri. keajaiban yang bisa menyelamatkanku dan pergi dari dasar laut ini. 

aku sudah berdoa, aku juga sudah pasrah. tapi yang aku yakini adalah akan tiba waktunya laut ini akan bertukar tempat dengan daratan di sana. semoga. aamiin.


semoga kamu tidak menyobek suratku. eh, tidak apa kalau cuma robekan besar. sekian.



Selasa, 02 Januari 2024

ya.

sebelum dunia ini kiamat
setidaknya aku harus ungkapkan
rasa syukur yang sangat
bukan kalimat kalimat menenangkan

pertama
kamu adalah yang terbaik
setidaknya sampai saat ini
demi apapun
demi kesalahan kesalahanmu pun

coba tengok media sosial
wanita wanita dengan gagahnya melabelkan diri
teriak sana sini penuh argumen basi
yang semestinya tak perlu diselorohkan
meski semuanya ada di senarai mereka

coba tengok media sosial
dengan segala tipu daya
wanita bersolek menggoda
sebagian memang minta digoda
mengeluhkan tak ada pria mengerti dirinya

tapi kamu
dengan segala hal yang menyebalkan sekalipun
jauh lebih unggul daripada semua
melesat merengsek ke hatiku
yang selalu tersenyum 
dengan segala ketulusanmu

kedua
kamu spesial
baik burukmu adalah anugerah
jutek manismu adalah kekuatan
tiap jengkal nadimu adalah perhiasan
lebih kurangmu adalah berkat tuhan

ketiga
tak ada yang bisa menandingimu
meski anya taylor joy menyukaiku
aku pasti memilihmu
selain karena kamu tahan denganku
kamu lebih cantik darinya

keempat dan seterusnya
akan kusampaikan ketika kita bersama
sambil berpelukan mengalahkan waktu
sampai kiamat itu tiba

kamu jangan besar kepala
cukup besarkanlah hatimu
besarkanlah jangkauan pelukmu
karena ketika aku datang menangis nanti
peluk dan hatimu sudah lebih dari cukup



Kamis, 07 Desember 2023

kaum

lebih baik dimana? bawah atau atas? 
tanyamu pada batu nisan yang baru terguyur hujan
... 
tentu saja dia diam
meskipun sebenarnya dia bukan batu
tapi isyaratnya adalah tak ada yang lebih baik
bawah atau atas
yang lebih baik adalah di tengah-tengah

kemudian aku menyebutnya omong kosong

karena fase atas bawah 
kiri kanan
depan belakang
maju mundur
kawan lawan
dan sebagainya
adalah sebuah kepastian

karena berada di tengah-tengah
tak semudah teriakanmu yang lantang
keluar ketika kamu marah 
meluapkan emosi
karena bara yang kamu tahan-tahan sebelumnya

sudahlah semua hanya tiang pemancang
anjing babi yang kamu sebut sebagai binatang favorit ketika bersamaku

dan sampai disini
muak