Sabtu, 29 Februari 2020

bipolar: fase depresi

hai apa kabar?
tanyanya padaku tengah malam lalu
padahal ia tahu betul kabar ku seperti apa
ia lah si pembuat kabar

ia yang mendiami otakku yang kadang berbicara tak baik
memanipulasi kabar yang membuatmu bingung
aku tak baik baik saja
aku baik baik saja

sial, ia tak mau pergi
yang bisa kulakukan adalah meyakinkan diri sendiri 
ia adalah teman
kami akan mati bersama

titian nadi adalah jalan panjangku
antara mengirisnya atau menggigitnya agar jalannya singkat
atau mungkin rel kereta adalah tujuan
adakah kehidupan sesudah mati

tapi aku tak ingin membuatmu menangis
kamu yang selalu ada
kamu yang menyayangiku layaknya ibunda
kamu yang memeluk sakitku sepanjang waktu 

kelak jika aku hanya tinggal nama
tolong jaga namaku baik baik
entah sesaat lagi besok atau lusa
atau mungkin seratus tahun lagi

katakan pada semua orang
aku tidak gila
aku hanya tidak bisa merasakan diriku sendiri
sepertimu

Jumat, 28 Februari 2020

rumah

sepertinya aku sudah sampai rumah
kata hatiku
rumah baru yang tak terduga
nyata atau fana

kau rumah
tidak sekadar nyaman untuk kutinggal
ruang keluargamu sungguh menghangatkan
pekaranganmu penuh dengan bunga merah jambu
rasa cintaku

semoga aku juga rumah
sehingga kita bisa saling tinggal
nanti kita saling tukar:
ornamen elegan
bumbu bumbu dapur
dan pelukan
asal jangan 
tukar kenangan
aku tak mau
aku ingin membuat seluruh kenangan
di sisa hidup bersamamu
bersama rumahku, rumahmu

nanti kita foto bersama di depan rumah

aku cinta rumahku


Senin, 24 Februari 2020

rumah ke rumah

mereka bilang
meski kau buka pintu rumah lebar-lebar
jika bukan penghuninya 
pasti tak bakal menetap

paling masuk akal cuma mencuri isi rumah
kemudian melepehnya sesat setelah lari 
tunggang langgang takut dimintai pertanggungjawaban
atau jika tidak ia hanya mencorat-coret dinding rumah
merusak segala tata letakmu

jadi terserah 
kau masih mau jadi rumah atau taman bermain 
kau tutup pintu rumah atau sekalian merusaknya
kau menyediakan permainan-permainan yang heboh
atau yang paling ekstrem
jual rumah

kau tanyakan aku
aku sudah pengalaman
menjadi rumah dan taman bermain
tentu saja kau salah rumah 
jika ingin mengajakku bermain

siap ditikam ruang tamuku tidak? 

Minggu, 23 Februari 2020

tutup Khong Guan

remahan rengginang tertidur pulas
sambil mimpi keresahan
apa besok mereka masih ada
sedangkan anak Khong Guan bermain lempar-lemparan
memakai tutup Khong Guan
tanpa pernah tahu di dalam kaleng 
masih ada mereka yang butuh kehangatan
agar eksis di hari lebaran

*terinspirasi dari kumpulan puisi Perjamuan Khong Guan oleh Joko Pinurbo