tanyanya padaku tengah malam lalu
padahal ia tahu betul kabar ku seperti apa
ia lah si pembuat kabar
ia yang mendiami otakku yang kadang berbicara tak baik
memanipulasi kabar yang membuatmu bingung
aku tak baik baik saja
aku baik baik saja
sial, ia tak mau pergi
yang bisa kulakukan adalah meyakinkan diri sendiri
ia adalah teman
kami akan mati bersama
titian nadi adalah jalan panjangku
antara mengirisnya atau menggigitnya agar jalannya singkat
atau mungkin rel kereta adalah tujuan
adakah kehidupan sesudah mati
tapi aku tak ingin membuatmu menangis
kamu yang selalu ada
kamu yang menyayangiku layaknya ibunda
kamu yang memeluk sakitku sepanjang waktu
kelak jika aku hanya tinggal nama
tolong jaga namaku baik baik
entah sesaat lagi besok atau lusa
atau mungkin seratus tahun lagi
katakan pada semua orang
aku tidak gila
aku hanya tidak bisa merasakan diriku sendiri
sepertimu