Sabtu, 29 Februari 2020

bipolar: fase depresi

hai apa kabar?
tanyanya padaku tengah malam lalu
padahal ia tahu betul kabar ku seperti apa
ia lah si pembuat kabar

ia yang mendiami otakku yang kadang berbicara tak baik
memanipulasi kabar yang membuatmu bingung
aku tak baik baik saja
aku baik baik saja

sial, ia tak mau pergi
yang bisa kulakukan adalah meyakinkan diri sendiri 
ia adalah teman
kami akan mati bersama

titian nadi adalah jalan panjangku
antara mengirisnya atau menggigitnya agar jalannya singkat
atau mungkin rel kereta adalah tujuan
adakah kehidupan sesudah mati

tapi aku tak ingin membuatmu menangis
kamu yang selalu ada
kamu yang menyayangiku layaknya ibunda
kamu yang memeluk sakitku sepanjang waktu 

kelak jika aku hanya tinggal nama
tolong jaga namaku baik baik
entah sesaat lagi besok atau lusa
atau mungkin seratus tahun lagi

katakan pada semua orang
aku tidak gila
aku hanya tidak bisa merasakan diriku sendiri
sepertimu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar