Senin, 29 Desember 2014

le temps

waktu jangan kamu cari, ia akan datang sendiri. bahkan kadang kamu lupa kehadirannya. 

waktu jangan kamu salahkan, kamu yang mengaturnya sendiri. bahkan kadang kamu menelantarkannya.

dan kamu, kamu yang mencoba mengembalikan waktu melalui lintas demi lintas cerita tentang memori-memori indah itu, mengingat kenangan yang kamu rangkai sendiri. tertawa seakan itu masih terjadi. kamu tidak sepenuhnya salah. kamu mencoba.

Rabu, 10 Desember 2014

elle sera aimée

gadis itu berlari melawan hujan. jemarinya menggenggam erat pecahan kaca dari gelas berisi anggur merah  yang ia banting beberapa saat yng lalu. matanya tak menunjukkan kesedihan. pun begitu dengan hatinya: tegar melawan.

sementara itu, beberapa orang berpayung hitam tertawa melihatnya. tatapan mereka tajam. setajam pecahan gelas yang masih digenggam gadis melawan hujan tadi.

Selasa, 09 Desember 2014

mère

aku mencintaimu
dari ujung kuku kaki sampe akhir helai rambutmu
aku menyayangimu dari kata yang tak terucap sampai desah pertanda lelah

kapan hari kamu mengeluh tentang cucumu yang mempermainkanmu
ibu, dia tidak begitu
dia mengajakmu bercanda dan menebar pahala
meski aku tak tahu yang sebenarnya

semenjak lebaran kita belum bertemu
bukannya aku tak rindu masakan atau suara batukmu
aku hanya melatih diri seberapa kuat aku dapat jauh darimu

dan aku minta maaf sampai kapanpun pemberianmu tak dapat aku kalahkan
kamu pun tak menyuruhku mengalahkan
selain menyarankan memulai hari dengan doa
-agar mengalahkan dunia

nggg, bulan lalu kamu berkabar minta didoakan
ibu, tanpa kamu minta tiap doaku ada namamu
dan juga bapak, mbak, keluarga besar kita
-namamu yang kusebut pertama

tersenyumlah, anak-anakmu di sini dapat mengisi harinya dengan bersyukur meski jauh darimu
mereka yakin, manusia pada awalnya adalah sendirian


Je te aime

nous

kita
gemerlap nyawa penuh idealisme
kita
gemericik darah pembawa antusiasme
yang sering bertanya dan menyalahkan