Kamis, 31 Desember 2020

2020

bila kau rasa waktumu sudah habis, tanyakan pada 2020
ini saat terakhirnya
kata mereka, 2020 hanya terdiri dari bulan januari, februari, dan corona
kau tak anggap maret sampai desember?
padahal mungkin hari ulang tahunmu ada diantara itu
gajianmu juga
hari sialmu pun

bila kau rasa hidup tak adil di 2020, tanyakan pada mereka
bahkan sampai rela makan sampah
akibat nafkah sudah memutuskan jalannya sendiri
kalau cari yang adil, pergi ke Tuhan
ketok palu mati berdiri

(hela nafas)

dan kepada bapak yang direnggut 2020
tak apa
bapak sudah di surga kan?

Senin, 20 Juli 2020

Hei Pak Sapardi

hujan masih turun di bulan juni
rintiknya makin deras di bulan juli
hujan yang aku yakin pencintamu lebih memilih hidup kekeringan
aku dan kumpulan puisimu yang selama belasan tahun menjadi payung dini hari
ikut ikutan bergerimis

sepertinya pandemi tak cukup memuramkan dunia
walaupun aku yakin betul semua ada saatnya
delapan puluh tahun itu lama
meski sebagian berkata singkat 
mereka yang berharap kata kata turun
dari seseorang yang disebut tak ada bandingan

yang fana adalah waktu. kita abadi
senyum tulusmu adalah rangkaian puisi
mari coba rahasiakan rintik rindunya
meski aku yakin sia sia
karena 
bait bait indahmu akan abadi
namamu tak kan henti mewangi
tak hanya di bulan juni

hiduplah seribu tahun lagi pak sapardi
jason ranti belum ngopi dengan sederhana 
dengan murid cantikmu di ui

Selasa, 10 Maret 2020

halusinasi


Doa adalah puisi untuk Tuhan, hanya saja untaiannya lebih indah, tak pernah gulana, dan penuh pengharapan. Bak cinta kita yang selajur dengan doa. Sekali lagi aku berterima kasih kepadamu sudah mencintaiku dan aku berterima kasih dua kali lipat kepada Tuhan atas rencanaNya yang indah  mempertemukanku denganmu. Siapa yang menduga?

Sedangkan kamu adalah kepanjangan tangan Tuhan. Kamu boleh menyangkal dengan mengatakan kamu jauh dari itu. Tapi bagiku kamu adalah perwujudan sempurna dari cinta kasih Tuhan, setidaknya untukku. Aku menaruh rasa bukan sejak kita bertemu. Jauh dari itu, aku mendambamu. Padahal aku tahu, hal itu selayaknya menjelajahi bulan memakai rompi anti peluru. Tidak mungkin. Kamu tahu? Saat itu, aku berjanji akan mati-matian memendamnya sembari merapal doa semoga kamu bersama ia yang bisa mencintamu melebihi aku.

Jika memakai rompi anti peluru untuk menjelajahi bulan hanyalah mimpi maka kamu adalah kenyataan yang kuidam-idamkan. Dalam doaku, aku tak pernah memintamu. Itu egois. Maka kukatakan saja pada Tuhan agar menyiapkan jodohku dunia akhirat, wanita yang tak kunjung lelah berada di tiap millimeter nadi, dan kelak mati bersama. Selain itu? aku tak mau. Doaku muluk-muluk? Memang. Karena kamu harus tahu ketika Tuhan menciptakanmu sebagai sosok yang istimewa, aku yakin sebagian besar umat manusia mengatakan tidak mungkin. Tapi kamu ada. Doaku tak lebih muluk-muluk daripada penciptaanmu.

Ini semua memang puji-pujian karena aku tak dapat menemukan apa-apa lagi yang dapat menggambarkan rasa kagum, sayang, dan cintaku kepadamu. Bahkan trilyunan bunga tulip di Turki dan Belanda jika digabung jadi satu, tak dapat mengalahkannya. Terdengar gila tapi sungguh, kamu dan cintamu abadi. Aamiin

Semoga kamu selalu berbahagia
Semoga kamu selalu mampu menaklukkan segala halangan di depanmu
Semoga kamu terhindar dari lelah hati
Semoga kamu tidak kunjung menemukan kepalsuan
Semoga kamu menjadi sesuatu yang mampu bersanding dengan indahnya surga
Semoga kamu mampu mendaki tebing tinggi yang mungkin tiba-tiba ada di hadapanmu
Semoga kamu selalu memiliki jiwa yang bertenaga
Semoga kamu selalu berbahagia

"Yang fana adalah waktu. Kita abadi" - Sapardi Djoko Damono 


Sabtu, 29 Februari 2020

bipolar: fase depresi

hai apa kabar?
tanyanya padaku tengah malam lalu
padahal ia tahu betul kabar ku seperti apa
ia lah si pembuat kabar

ia yang mendiami otakku yang kadang berbicara tak baik
memanipulasi kabar yang membuatmu bingung
aku tak baik baik saja
aku baik baik saja

sial, ia tak mau pergi
yang bisa kulakukan adalah meyakinkan diri sendiri 
ia adalah teman
kami akan mati bersama

titian nadi adalah jalan panjangku
antara mengirisnya atau menggigitnya agar jalannya singkat
atau mungkin rel kereta adalah tujuan
adakah kehidupan sesudah mati

tapi aku tak ingin membuatmu menangis
kamu yang selalu ada
kamu yang menyayangiku layaknya ibunda
kamu yang memeluk sakitku sepanjang waktu 

kelak jika aku hanya tinggal nama
tolong jaga namaku baik baik
entah sesaat lagi besok atau lusa
atau mungkin seratus tahun lagi

katakan pada semua orang
aku tidak gila
aku hanya tidak bisa merasakan diriku sendiri
sepertimu

Jumat, 28 Februari 2020

rumah

sepertinya aku sudah sampai rumah
kata hatiku
rumah baru yang tak terduga
nyata atau fana

kau rumah
tidak sekadar nyaman untuk kutinggal
ruang keluargamu sungguh menghangatkan
pekaranganmu penuh dengan bunga merah jambu
rasa cintaku

semoga aku juga rumah
sehingga kita bisa saling tinggal
nanti kita saling tukar:
ornamen elegan
bumbu bumbu dapur
dan pelukan
asal jangan 
tukar kenangan
aku tak mau
aku ingin membuat seluruh kenangan
di sisa hidup bersamamu
bersama rumahku, rumahmu

nanti kita foto bersama di depan rumah

aku cinta rumahku


Senin, 24 Februari 2020

rumah ke rumah

mereka bilang
meski kau buka pintu rumah lebar-lebar
jika bukan penghuninya 
pasti tak bakal menetap

paling masuk akal cuma mencuri isi rumah
kemudian melepehnya sesat setelah lari 
tunggang langgang takut dimintai pertanggungjawaban
atau jika tidak ia hanya mencorat-coret dinding rumah
merusak segala tata letakmu

jadi terserah 
kau masih mau jadi rumah atau taman bermain 
kau tutup pintu rumah atau sekalian merusaknya
kau menyediakan permainan-permainan yang heboh
atau yang paling ekstrem
jual rumah

kau tanyakan aku
aku sudah pengalaman
menjadi rumah dan taman bermain
tentu saja kau salah rumah 
jika ingin mengajakku bermain

siap ditikam ruang tamuku tidak? 

Minggu, 23 Februari 2020

tutup Khong Guan

remahan rengginang tertidur pulas
sambil mimpi keresahan
apa besok mereka masih ada
sedangkan anak Khong Guan bermain lempar-lemparan
memakai tutup Khong Guan
tanpa pernah tahu di dalam kaleng 
masih ada mereka yang butuh kehangatan
agar eksis di hari lebaran

*terinspirasi dari kumpulan puisi Perjamuan Khong Guan oleh Joko Pinurbo 

Selasa, 21 Januari 2020

cepatlah mengaku

mengaku pencinta hujan
namun ketika hujan datang, kamu malah menghindar 
maumu apa? 
pura-pura cinta?

kau jawab tidak
katamu benar-benar cinta
tapi cukup dari jauh
kamu tak mau basah kuyub sendirian

pintar

sedangkan ia sang pemuja senja
merelakan seluruh hidupnya 
menjadi budak gengsi harga mati
lambungnya limbung

harinya palsu kata puitisnya merancu
mengatasnamakan elegi masa kini
memusuhi tuhannya sendiri
padahal neraka menunggu

pilihan

aku mengagumi dini hari
di saat tertentu 
saat mata tak kunjung lelah
dan otak seperti menggebu

sepi itu anugerah bagi pemilik otak yang dihinggapi suara aneh
karena dengan itu bisa bercakap lugu 
tanpa takut dihakimi rindu




Selasa, 14 Januari 2020

lelaki tangguh

tak pernah menampilkan kesedihan. wajahnya terlahir sedih. atau mungkin bukan wajah sedih. hanya sehebat apapun menyembunyikan kesedihan, ia tak akan sirna.

masa mudanya penuh dengan kumis dan brewok tebal. setebal tembok pertahanannya ketika semua menyerang dengan buas. beberapa bagian tubuhnya seringkali ditusuk memakai lidah para pembencinya. tapi sudah aku jelaskan di awal, tembok pertahanannya tebal. 

tatapan matanya tajam. mata elang tak ada apa-apanya. tajam tapi tak kejam. dan ia tak pernah terpejam. cukup kontradiktif dengan wajahnya. ia menjelaskan bahwa kadang seseorang harus pandai berpura-pura. dan aku memutar otak keras-keras. 

pernah suatu saat seseorang bertanya kepadanya perihal mengapa ia tak pernah tidur. ia hanya menjawab dengan senyum sederhana seakan menyiratkan bahwa dunia bukan tempat untuk beristirahat. 

pernah suatu ketika telapak tangannya berlubang tertusuk pipa saluran air. sejurus kemudian ia mengambil kunci mobil dan melarikan dirinya sendiri ke rumah sakit. dokter takjub, darah malu sendiri, aku yang menangis. 

ia seperti itu, baginya kesedihan dan kesakitan adalah hal yang pasti. mengapa harus dirayakan? ia lebih memilih beraksi daripada mengurung dirinya dalam ketidakjelasan.

ia adalah pria paling bijaksana. baginya daripada bersengketa, lebih baik kalah. benar-benar kalah. telak. hingga semua pergi. tapi ia tahu pasti, Ia tak akan meninggalkannya. 

dan jangan tanyakan seberapa istimewa masakannya. bila masa mudanya sudah ada reality show masak memasak, aku yakin ia menjuarainya. sudah paham kan mengapa penjual nasi goreng mayoritas lelaki? 

sampai disini aku rasa kamu sudah paham betapa spesialnya ia. aku hanya serumah dengannya sampai aku lulus sekolah dasar, tapi meski sebatas itu ia tak akan henti aku puja. 

selamat beristirahat lelaki tangguh. 

bapakku.