Selasa, 21 Januari 2020

cepatlah mengaku

mengaku pencinta hujan
namun ketika hujan datang, kamu malah menghindar 
maumu apa? 
pura-pura cinta?

kau jawab tidak
katamu benar-benar cinta
tapi cukup dari jauh
kamu tak mau basah kuyub sendirian

pintar

sedangkan ia sang pemuja senja
merelakan seluruh hidupnya 
menjadi budak gengsi harga mati
lambungnya limbung

harinya palsu kata puitisnya merancu
mengatasnamakan elegi masa kini
memusuhi tuhannya sendiri
padahal neraka menunggu

pilihan

aku mengagumi dini hari
di saat tertentu 
saat mata tak kunjung lelah
dan otak seperti menggebu

sepi itu anugerah bagi pemilik otak yang dihinggapi suara aneh
karena dengan itu bisa bercakap lugu 
tanpa takut dihakimi rindu




Tidak ada komentar:

Posting Komentar