Senin, 29 Januari 2018

kata-kata sang pemuja dini hari

dahulu aku memuja dini hari: satu waktu penanda pergantian misi. aku selalu menunggunya sebelum melepaskan isi otak dan helai hati dengan satu alasan: karena dini hari adalah masa yang sepi, meski hitam.

sekarang. bertahun-tahun semenjak aku memujanya, aku meninggalkannya. dini hari tak lagi sepi. sayup-sayup masih terdengar suara gelak tawa, isak tangis, bahkan hingar bingar sekumpulan manusia dari ranjangku. iya, mereka mengalahkan lolongan serigala hutan. urakan.