Minggu, 04 April 2021

satu

  mereka yang tidak paham energi cinta akan meledakkannya dengan sia-sia

- Dee Lestari, Rectoverso 


maka aku coba memahami. mungkin ada kalanya nanti kamu melihatku kelelahan. bukan, aku mencoba memahami energi cinta.
mungkin ada kalanya nanti kamu melihatku banyak diam. bukan, aku selangkah lebih memahami energi cinta.
mungkin ada kalanya nanti kamu melihatku seperti tak peduli. bukan, aku beberapa langkah memahami energi cinta.

aku tak peduli, entah tiap hari-hariku yang aku tulis khusus untukmu ini kamu resapi atau tidak. bagiku yang menaruh hatiku di tiap jengkal pembuluh, keteguhan hati untuk tak henti menulismu sudah lebih dari cukup. aku selalu membaca berulang mulai dari hari pertama. aku selalu mengingatmu karena itu menyenangkan.

lebih dari cukup bukan berarti hanya sampai disini

nanti kita bertemu. jujur jika boleh memilih, aku urungkan rencana itu. semenjak subuh hingga sekarang, debar dadaku tak karuan. sabar hatiku tak beraturan. kamu tahu rasanya? aku pastikan kamu tidak tahu.

tapi aku ingin bertemu supaya aku bisa pastikan warna bola matamu. supaya aku bisa pastikan seperti apa sebenarnya senyum yang senantiasa aku dengar. supaya aku bisa menatapmu dalam-dalam.

tapi aku menyerah. aku tak bisa. aku harus lebih banyak belajar lagi bab ini. ketika menaruh perasaan harusnya menatap. harusnya berucap. harusnya lekat. tapi aku kebalikan dari semuanya saat didekatmu. aku sedang menerka.

tapi mungkin itu adalah sebagian cara hati bekerja dalam memahami energi cinta. mungkin hati tidak rela aku meledakkannya sia-sia, meski sekarang pun mungkin menurutmu aku sudah meledak-ledak. bukan. aku hanya ekspresif melalui kata.

nanti siang ketika bertemu, aku akan berada di belakangmu. aku akan melihat punggungmu yang siapa tahu dengan itu aku bisa menembus isi hatimu. jangan berbalik kalau tak ingin membuatku jatuh. terus lah berjalan karena aku akan menjaga keselamatanmu dari belakang