rintiknya makin deras di bulan juli
hujan yang aku yakin pencintamu lebih memilih hidup kekeringan
aku dan kumpulan puisimu yang selama belasan tahun menjadi payung dini hari
ikut ikutan bergerimis
sepertinya pandemi tak cukup memuramkan dunia
walaupun aku yakin betul semua ada saatnya
delapan puluh tahun itu lama
meski sebagian berkata singkat
mereka yang berharap kata kata turun
dari seseorang yang disebut tak ada bandingan
yang fana adalah waktu. kita abadi
senyum tulusmu adalah rangkaian puisi
mari coba rahasiakan rintik rindunya
meski aku yakin sia sia
karena
bait bait indahmu akan abadi
namamu tak kan henti mewangi
tak hanya di bulan juni
hiduplah seribu tahun lagi pak sapardi
jason ranti belum ngopi dengan sederhana
dengan murid cantikmu di ui
Tidak ada komentar:
Posting Komentar