Minggu, 05 April 2026

Lift Love

tring.
pintu lift terbuka.

seorang wanita bergegas masuk dengan kemeja crop warna merah jambu yang basah.
bawahannya sederhana, celana jeans model lebar warna abu. basah juga tapi tidak kentara. lesung pipinya bolak-balik terganggu kibasan rambut sebahu warna coklat tua.

penampilannya sekilas biasa saja tapi menarik. di jari telunjuk sebelah kanannya terukir tato yang aku ketahui saat ia memencet tombol lantai 19. samar, tak jelas apa tatonya. inisial nama? simbol? gambar? yang jelas pasti bermakna.

aku mengira ia kehujanan tapi setahuku hari ini sedang cerah. berbanding terbalik dengan suasana hati wanita tiga puluh tahunan yang sekarang berada di sampingku. tebakanku ia sedang sedih. iya, aku sok tahu.

hening.
aku tak berani menilainya lagi. ia memandangi iPhone 15-nya yang tanpa sinyal. sepertinya ia menunggu kabar dari seseorang. aku yang sedari tadi menatap sembunyi-sembunyi seketika tersentak ketika kemudian ia menoleh tiba-tiba ke arahku.

ia kemudian bertanya apakah memang selalu seperti ini di dalam lift: tidak ada sinyal. aku mengiyakan dengan mengangguk perlahan. tampaknya ia baru pertama kali ke sini. tempat yang seharusnya tidak didatangi wanita sepertinya.

ia berkomat-kamit berharap sinyal turun dari langit. aku sedikit tesenyum. lucu, wanita ini ternyata lucu. logat dan bahasa jawa kasar yang ia lantunkan terdengar familiar. sejenak otakku menoleh ke belakang. rasanya aku pernah bertemu wanita sepertinya. entah dimana. aku lupa.

ternyata ia menangkap senyuman kecilku. ia minta maaf sudah tidak sopan. komat-kamit dengan bahasa binatang, meski pelan. aku jawab bahwa aku senang mendengar komat-kamitnya. ia tertawa balik sambil bertanya apakah aku dari jawa timur. aku anggukkan kepalaku dengan penuh mantap dan menegaskan bahwa aku asli surabaya. kemudian mata wanita itu berbinar seperti anak kecil yang bertemu ayahnya pulang kerja. ia bilang bahwa ia juga asli surabaya. hatiku mengembang.

mendadak kami seperti sangat akrab. sudah lima hari aku tak bertemu orang jadi senang sekali rasanya akhirnya bisa bercakap, apalagi dengan wanita selucu ini. kami mulai mengobrol singkat tentang makanan khas surabaya seperti tahu tek, semanggi, rawon, dan streetfood kodam. astaga, ia suka kulineran! kebetulan yang sangat apa ini Tuhan? otakku sudah menyiapkan pertanyaan lanjutan. semoga lift ini mengalami masalah.

tring.
lantai 19.
pintu lift terbuka.
wanita itu berpamitan dengan sopan. mengangguk, tersenyum, dan melambaikan tangan. tak ada yang menyangka bahwa kemudian aku tiba-tiba bertanya dengan lantang. bahkan aku sendiri. pertanyaan yang mungkin aneh bagi sebagian orang tapi penting bagiku.

"kamu basah kenapa?"
iya, aku memang aneh. baru bertemu beberapa menit saja sudah menganggap kami akrab. lancang memang.

tentu saja ia tidak menjawab karena pintu lift buru-buru tertutup meninggalkan aku yang seketika meluncur ke lantai paling atas gedung untuk memulai misiku.

bunuh diri.

seandainya saja ia menjawab pertanyaanku tadi~
kalau begini, ia akan kuhantui~




Tidak ada komentar:

Posting Komentar