Rabu, 23 Oktober 2019

lelaki yang tidak kemana-kemana


ada yang mati-matian berjuang keras tinggal dalam hatimu
seseorang yang berasal dari kehidupan lain beribu kilometer tahun cahaya
ia sekarang berpikir bagaimana caranya bernafas disana
sebelum memutuskan pesawat luar angkasanya diterbangkan


ia memakai kemeja kuning pastel dengan saku di dada kiri
ia gemar menaruh pensil di sakunya
ia tak memakai pelindung kepala seperti yang kamu definisikan tentang astronot
ia biasa saja tak ada yang istimewa

pensil digunakannya
sekadar untuk menumpahkan luapan angan
atau ketika mendadak ingin menggambarkanmu
meskipun ia tahu pasti
bahwa ia tak punya cukup nyali

ia tak suka warna kuning, ia hanya ingin
baginya kuning melambangkan matahari
sesuatu yang agaknya ia gunakan untuk dapat mendaratkan
pesawat luar angkasanya
tak masuk akal memang
seperti usahanya yang mati-matian berjuang keras untuk tinggal dalam hatimu

lelaki itu gila

atau jika tidak, maka ada yang memberi saran:
lelaki itu harus membeli sayap saja
agar bisa dengan cepat mendarat di hatimu
dengan syarat penukarnya adalah hati

hatinya yang sudah sangat hati-hati
berusaha beradaptasi
berimajinasi
bahkan berkolaborasi dengan hati buatan lainnya
karena sang penjual sayap tahu, hanya itu yang paling berharga

lelaki:
demi embun-embun yang lama sekali tak aku temui dihijaunya ilalang pagi
demi tiga puluh peri yang mengitarimu sedari tadi
dan demi sakit kepala yang mendadak menghampiri lagi
aku tidak akan kemana-mana

Tidak ada komentar:

Posting Komentar