aku tak akan ada di garis terdepan
aku bukan prajurit yang berani mati
aku pemikir dan berpikir menggunakan hati
bahkan aku tak meminggul senapan
tapi aku akan selalu bersabar
sepanjang waktu yang menyiasati keraguan habis
sepanjang taufan di hati masih menguat
sepanjang medan masih dapat aku langkahi
aku akan bersabar
untukmu, doaku akan terus ada
layaknya darah dalam nadimu yang tak berhenti mengalir
sampai dihentikan takdir
jika kelak kita berucap selamat tinggal
tolong pastikan aku tak menoleh
kamu juga
aku tak mau mengingat beratnya kepala
saat suaramu mengiringi untaian nada
pada akhirnya, aku bukan pemenang
tapi aku cukup yakin bakal menyelesaikan
segala pertempuran dengan hati, otak, hingga lipatan kemeja kamisku
perihal seperti apa aku
tak perlu ada yang tahu
cukup aku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar