berhentilah berusaha memetik mawar berduri itu
karena meski jemari berdarah-darah
ia sudah bilang sejak awal
"kau petik aku, rasakan akibatnya"
bahkan memakai sarung tangan
memakai alat pemotong
atau keajaiban sekalipun
tetap saja ia menyurat
"kau petik aku, rasakan akibatnya"
bukan ia tak berani
meski nyawa sembilan pun
jika berjuang sendirian
bukankah lebih baik henti
mungkin cukup dinikmati
seperti anggrek, tulip, bugenvil
mungkin juga ia bunga matahari
bagi tangan lain
atau seperti kamboja
menawarkan kematian
atau mungkin ia tak punya nyali
atau mungkin ia cuma takut sendiri
atau mungkin ia suka bermain peran
atau mungkin ia kurang ajar
tak ada yang paham
termasuk lelaki yang mengaku sudah sering dicampakkan
tetapi tetap bodoh
sudah saatnya berhenti mencintai siapapun
Tidak ada komentar:
Posting Komentar