Selasa, 20 Agustus 2019

hari ke-32


pada perjalanan panjang aku menaruh harapan. aku berpapasan dengan pertukaran rasa yang tak seimbang. aku gamang padahal sebelumnya aku selalu bisa terbang. meneruskan bisa jadi hanya menambah luka tak nampak. sedang berhenti juga tak bisa menyejukkan hati.

rasanya pasti akan lebih membahagiakan ketika rasa ini saling bertemu manja. seduhannya mungkin akan lebih manis jika hati saling menggubris. ini tidak, jatuh cinta sendirian adalah kontradiktif sadis.
kamu boleh merasa di atas angin karena tidak ada manusia yang menganggapmu dingin. semua menganggapmu perhiasan yang bisa mereka simpan sebagai investasi di masa depan. kamu tentu saja boleh mengesampingkan cinta karena mungkin kamu tak ingin terluka. tak apa, biar aku dan mereka saja. aku sudah biasa dan mereka bukan siapa-siapa.

aku ingin menjauhimu. aku ingin kamu menjadi sesuatu yang aku benci atau jika itu tak bisa, aku bersedia menjadi sesuatu yang kamu benci. kita sama-sama benci. aku ingin kamu melibasku dengan jutaan perih. aku ingin kamu meludahiku dengan air matamu yang suci. aku ingin kamu tampar dengan senyummu yang tak pernah melelahkan. aku ingin segala hal yang mungkin dengan itu, hatiku bisa benar-benar beranjak. bukan sekadar berucap tapi hati selalu berharap.

aku ingin melihatmu dalam gelap supaya aku bisa meneriakimu satu kalimat. aku cinta kamu! kemudian aku mendadak berbalik tak melirik. hanya disertai tangis dan derasnya gerimis. tanpa meminta jawaban, hanya ingin agar kamu tak memiliki beban.

sudahlah, aku akan terus berasumsi. aku tak akan pernah mengharap pamrih. biar kamu tahu betul cintaku unggul. biar kamu tahu bahwa aku yang melankolis tidak melulu menangis. aku lelaki dengan banyak bekas luka tapi tak akan pernah merasakan sakit yang sia-sia.

aku berterima kasih kepadamu. berkat semua ini, aku jadi tahu arti menunggu. meskipun menungguku nanti tidak berbuah manis, tak apa. sekali lagi aku sampaikan bahwa seseorang yang benar-benar mencinta tidak akan pernah merasakan perihnya teriris. ia akan selalu merasakan senyum termanis karena ia paham ketika hati tergerak untuk berjuang, tidak akan ada sesuatu yang hilang. malah akan menambahkan satu hal: hikmah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar