03/18/15--19:16
dari blog lama saya
Saya sedang berlebihan.
Sedetik yang lalu, saya menyamakanmu dengan matahari. Sinarmu selalu saya nanti setiap pagi. Iya, kamu jauh dari sini. Tapi selalu saya nanti.
Saya sedang berlebihan.
Sedetik yang lalu, saya menyamakanmu dengan dini hari. Kamu ngga kunjung membuat saya tertidur padahal tanpa kopi. Iya, kamu adalah perwujudan sepi. Sepi yang menenangkan hati.
Saya sedang berlebihan.
Sedetik yang lalu, saya menoleh ketika ada suara samar memanggil namamu. Saya mendadak beranjak, kemudian saya tersenyum ketika notifikasi obrolan di telepon genggam menunjukkan kamu di sana. Iya, kamu selalu terpatri.
Saya sedang berlebihan.
Sedetik yang lalu, saya menggantungkan angan kepadamu. Saya bolak balik bertanya apakah ini semua nyata. Dan seandainya ini mimpi, saya ingin ini ngga dibatasi. Iya, semoga kamu sosok yang selama ini saya cari.
Dan nanti, ketika kita bertemu. Ingatkan saya untuk selalu menggantungkan rindu di sela-sela urat nadimu. Kamu pasti tahu, saya ingin selalu berkesan. Saya ingin selalu kamu rasakan. Saya ingin selalu ingin kamu peluk erat.
Dan saya mencintaimu.
Meski kata-kata ini basi, saya tahu kamu pasti selalu menunggunya. Sama seperti saya yang ngga pernah lelah menunggu sembari berjuang demi kita berdua. Dan selalu ingat satu hal yang akan terus saya ulang: Jangan pernah bosan. Jangan pernah bosan. Jangan pernah bosan.
With love,
Pria yang sepertinya datang terlambat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar